Wajah Kuntilanak

Adakah di jaman modern seperti sekarang ini yang masih takut dengan hantu? Apalagi di negara Hong Kong tempat kita mengais dolar ini adalah salah satu negara maju dengan fasilitas tehnologi yang luar biasa canggih. Eits…tapi jangan salah lho...

Mengais Rezeki Tambahan Dihari Libur

Kebebasan BMI (Buruh Migran Indonesia) Hong Kong yang mempunyai waktu libur sepekan sekali dan public holiday, banyak di manfaatkan BMI untuk mengais rejeki tambahan dengan berjualan. Walau sebenarnya BMI berjualan itu...

Tahun Baru

Gulir waktu kian menganga Menapak batas semesta Kerlip bintang tebarkan cahaya di gelap langit Memoles indah angkasa luas...

Tapak Perjalanan

Jelajahi tapak perjalanan masa lalu Seraya merajut harap pada sisa waktu Bermuhasabah Berbenah Berjuang dan berusaha menggapai yang belum tercapai...

Desaku

Kumandang adzan di ujung fajar Hembusan angin semerbak bau bawang Gemericik air dan cicit kenari di pematang ladang Mengukir indah bingkai kenangan...

Sabtu, 22 Maret 2014

Tahun Baru



Gulir waktu kian menganga
Menapak batas semesta
Kerlip bintang tebarkan cahaya di gelap langit
Memoles indah angkasa luas

Dingin menggigit kelu.
Hati rindu rasa di ujung samudera
Bayang hanya bisa dikenang
Dalam hubungan tanpa pertemuan

Merenung diujung batas waktu
Bersiap membuka lembaran baru
Gelugur kembang api tabuhi gulir malam
Mengantar jiwa pada harapan baru
Dalam indahnya pesona malam tahun baru
Happy New Near 2014…with love and dream!

Winter, diperhujung tahun 2013

Tapak Perjalanan


Jelajahi tapak perjalanan masa lalu
Seraya merajut harap pada sisa waktu
Bermuhasabah
Berbenah
Berjuang dan berusaha
menggapai yang belum tercapai

Detik-detik telah bergulir
Sisa usia kian cepak ke batas akhir
Namun, bekal belumlah seberapa
Hingga jiwa dituntut tingkatkan taqwa

Harapku untuk ibu
yang melahirkan dan membesarkan
dengan penuh pengorbanan
Baktiku sepanjang batas waktu
Kasihku sampai jiwa terpejam

Make a wish…
My Special day, 1 Februari 2014

Desaku


Kumandang adzan di ujung fajar
Hembusan angin semerbakbau bawang
Gemericik air dan cicit kenari di pematang ladang
Mengukir indah bingkai kenangan

Kaki mengayuh sepeda juluk
Tatap mata berbinar tenang
Nikmati keindahan alam pedesaan
Alami bukan buatan

Nian jauh di sudut negeri
Bumi serupa tatanan beton
Megah, busungkan kesombongan
Kakikaki melangkah cepat
Acuh kan tapak tertinggal lari
Erangan bagai gonggongan anjing
: Individualisme

Desaku….
Di sanalah ujung rindu
Dalam keterbatasan dan kesederhanaan
Di sanalah tempat kembali jiwajiwa rantau

Lau Fau Shan, 04122013, 12:45 p.m

Wisata Religi ke Guangzhou, Cina


Islam pertama kali masuk ke Cina dibawa oleh panglima besar islam, Saad bin Abi Waqqas, bersama sahabat lainnya pada tahun 616 M. Kini 20 juta muslim tersebar di Cina, dengan pusat terbesar di Xinjian (I/6 wilayah Cina) serta Ninxia. Dan sebanyak 34. 000 masjid serta institut Islam ada di Cina.
Di kota Guangzhou, ibu kota provinsi Guangdong berdiri masjid tertua di china, yaitu Masjid Huaisheng. Nama Huaisheng yang berarti kenangan untuk sang pemula yang dibangun sebagai penghormatan terhadap Nabi Muhammad SAW. Masjid ini berusia sekitar 1.300 tahun, arsitekturnya perpaduan gaya Timur Tengah dan gaya tradisional Suku Han. Huaisheng adalah satu dari empat masjid paling popular di Cina. Tiga lainnya adalah Yangzhou Crane, Quanzhou Kylin dan Hangzhou Phoenix.
Luas area Masjid Huaisheng sekitar 3.000 meter persegi. Pintu masuk masjid ini terletak di Guangta Road. Dari luar masjid ini seperti bangunan biasa, kecuali tanda gerbang pintu masuk yang dibuat dengan tumpukan bata merah dan menara yang menyembul di sisi kanan dari balik tembok ini tertulis huruf Cina yang menyebut bahwa bangunan tersebut merupakan bangunan sejarah yang berada di bawah lindungan pemerintah.
Komplek masjid ini terdiri dari koridor berbentuk U yang melingkupi halaman gedung yang dikelilingi tembok dan berakhir dengan bangunan utama di dalam masjid. Masjid ini juga dinamai Light Tower Mosque karena memiliki sebuah menara yang pernah digunakan sebagai mercusuar untuk kapal-kapal yang berlayar di sungai Zhujiang. Para pelaut dulu sering memanjat menara ini untuk melihat kondisi cuaca.
Masih di Guangzhou juga terdapat makam Saad bin Abi Waqqas, penyebar agama islam di Cina dan diyakini sebagai paman Nabi Muhammad SAW dari pihak ibu. Untuk memasuki makam Saad bin Abi Waqqas, pengunjung masih harus berjalan kaki sekitar 100 meter dari pintu utama. Setelah masuk pintu makam, ada dua pintu lagi yang mesti dilewati untuk menuju makam Saad bin Abi Waqqas. Makam tersebut ditempatkan dalam bangunan sehingga terlindungi dari panas dan hujan. Di sekitarnya, ada sejumlah makam lainnya yang terlindung di bawah naungan pohon beringin.
Masjid Huaisheng dan Makam Saad bin Abi Waqqas ini kerap dikunjungi warga muslim dari berbagai Negara, oleh karena itu tidak ada salahnya Anda mencoba mengunjungi tempat-tempat bersejarah tersebut sebagai agenda wisata religi Anda.
Sebelum ke Guangzhou Anda juga bisa mampir dulu ke Shenzhen, kota yang berpenduduk sekitar 13 juta jiwa ini adalah salah satu daerah tujuan wisata utama di Cina yang ditunjang fasilitas pendukung sangat memadai, salah satunya adalah Taman Mini Cina, seperti TMII di Jakarta. Di sini juga ada teater berkapasitas 3.000 pengunjung dengan setting seperti Keong Mas TMII. Pengunjung bisa memungkasi kunjungan dengan menonton sebuah parade budaya Cina yang dipaket secara kolosal dengan setting panggung yang kolosal pula, dalam label Splended of China.
Shenzhen juga masih mempunyai lokasi wisata yang elok dan memesona yaitu Window of The Word yang berarti jendela dunia! Semua keajaiban dunia tersaji di sini, mulai dari Borobudur, Angkot Wat, hingga menara Eiffel. Window of The Word ditata sangat mengagumkan, berikut music etnik lokasi keajaiban dunia yang dipamerkan. Seperti bunyi gamelan dan gending Jawa di miniatur Borobudur.
Jika teman-teman BMI-HK tertarik untuk wisata religi ke Guangzhou ikutlah paket travel yang murah dan terpercaya, biasanya sekitar HKD 250-300, itu sudah termasuk makan siang di restoran halal di Cina. Selamat mencoba.
(dari berbagai sumber)

Jumat, 21 Maret 2014

Majulah Negeri Pertiwi


Kapan kubisa melihatmu makmur?
Negara Indonesiaku yang subur
Jika pejabatpejabat tak pernah jujur
Kejahatan terjadi setiap hari
Bencana tak pernah teratasi
Dan para koruptor menjadi petinggi negeri

Kini, saatnya bagimu memperbaiki diri
Menegakkan hukum tinggi-tinggi
Memberantas segala kolusi
Melangkah mensejajarkan negeri
Menjadi negeri dengan segudang prestasi
Majulah negeri pertiwi…..

Bentangkan kemakmuran
Disetiap kepulauan, dari sabang sampai merauke
Ciptakan kesejahteraan
Di semua aspek kehidupan

Yuen Long, 18 April 2013

Memoar Sang Pemimpi


Anganku melonjak malang melintang
Dalam jiwa yang telah lama hilang
Karena duka yang tak berujung

Asa menyembul lewat jemari
Melukis segala imajinasi
Tentang memoar sang pemimpi

Adat pasang beruntun naik
Berpudak-pudak keluar lembah
Mencari gading bertuah

Mengisi masa di ujung senja
Sebelum akhir menutup mata

Tuen Mun, 15/11/12

Mengejar Mimpi


Kala sang fajar bersinar
Elok cahaya jingga terpendar
Kilau pancarannya hangatkan bumi
Menyambut hari dengan penuh arti

Cakrawala terbentang lebar
Samudra luas membentang
Segudang asa tetap kugenggam
Dalam batas keterbatasan

Tak gentar jiwa berjuang
Terjatuh dan tergelincir
Dalam jalan yang kutapaki
Demi mengejar mimpi yang kian berlari

Yuen Long, 10 Januari 2013

Senja


Letih jiwa dan ragaku
Setelah seharian bergelut dengan waktu
Dalam perjalanan pulang
Di dalam kereta kulihat senja di balik jendela
tersenyum indah dalam pancaran sinarnya.
Adakah kau letih menyinari bumi? tanyaku.
Merenungi jejak kehidupan
dan hakikat hidup
Apa yang kita cari?
Kapan semua akan berhenti?
Kembali kepada Sang Illahi....

Spring, 21 Maret 2014

Pesona Keindahan Alam


Gemerisik daun tertiup angin
Deru binatang langka terngiang
Di keindahan alam

Batu terpahat dengan indahnya
Langit biru berhiaskan awan
Semilir angin menyejukkan
Menambah pesona pegunungan

Aku terkagum
Oleh kehebatan Sang Pencipta
Langit terbentang
Bumi terhampar
Atas kekuasaanNya

Po Toi Islands, 2 September 2012

Ibu


Kurajut kata demi kata
Lukiskan rasa yang menggelora
Indah menakjubkan hati
Air tenang mengalir ketepian sungai
Gemiricik air merdu mendayu-dayu
Mengiringi rasa rindu akan dirimu
Duhai ibuku....
Istana roma dan emas permata
Tak penting bagiku
Kasih sayangmu lebih berharga
Laiknya darah dalam tubuhku
Daun pun bersiul
Ranting berdendang
Bunga-bunga bermekaran
Kala jumpa denganmu
Penuh bahagia dan gembira....

Spring, 2012

Melukis Rindu


Rasa ini berjalan tertatih
Menyusup relung hati
Menembus sanubari
Hari berganti hari
Musim silih berganti
Tapi…kecewa masih tetap terpatri
Dalam nisan kisah sejati

Engkau hadir dalam kelabu
Menapak tilas kenangan masa lalu
Kisah yang pernah ada
Kini telah berdebu
Cinta tinggal bayang-bayang semu

Dalam perih yang menggebu
Pedih semakin menderu
Melukis rindu pesonamu
Di negri tirai bambu

Yuen Long, 14 September 2012

Kamis, 20 Maret 2014

Selayang Rindu

   
Seperti langit yang tak berujung
Seperti mentari menyinari Bumi
Seperti kasih Dua sejoli
Terangkai dalam, melodi
 Selayang rindu untuk bunga yang telah Layu
Yang pernah memberi Keindahan
Yang pernah menebar keharuman
Yang pernah menjadi kebahagiaan
Terikat dalam rangkaian
 Selayang rindu untuk waktu yang telah berlalu
Yang pernah memberi kesempatan
Yang pernah menjadi Pedoman
Yang pernah melukis kedamaian
Tersimpan dalam kenangan
 Cinta suci kekal abadi
Walau jasad termakan bumi
Wajah telah terbingkai
Dan Nama terukir 
Di Atas nisan pekuburan ....
        Yuen Long, September 2012

Happy Investing!


Pernahkah kita dengar pertanyaan, siapa suka shoping? Pastinya jawaban sebagian besar orang adalah suka! Tapi lain lagi jika kita bertanya, siapa suka investasi? Pasti macem-macem jawabanya, bahkan ada juga yang tidak bisa jawab karena dia tidak tahu apa itu sebenarnya investasi?
        Nah, sekarang mari kita belajar bersama tentang apa itu investasi. Investasi adalah mengeluarkan sejumlah uang atau menyimpan uang pada saat sekarang yang bertujuan mendapatkan keuntungan pada masa akan datang.
        Contoh investasi adalah pembelian aset finansial seperti obligasi, reksadana, dan saham. Pembelian barang seperti emas, sawah/ladang, rumah, tanah/kebun. Dan investasi usaha bisnis seperti MLM (Multi Level Marketing), usaha pakaian, usaha makanan, usaha peternakan, usaha tranportasi dll.
        Teman-teman sekarang kita sudah tahu apa itu investasi. Nah coba sekarang jawab pertanyaan di atas tadi. Bersyukur sekali bagi anda yang sudah menjawab suka, tapi bagi anda yang belum menjawab suka, mari kita cari tahu apa manfaat investasi.
        Manfaat investasi adalah:
1.      Mendorong diri kita untuk berhemat.
Dengan berinvestasi kita akan terdorong untuk menyisihkan sebagian penghasilan kita tiap bulan untuk keperluan masa depan, sehingga penghasilan kita tidak dihabiskan semua pada bulan itu.
2.      Membahagiakan keluarga.
Kita semua pasti ingin membahagiakan keluarga tapi, tidak semua orang bisa melakukannya sekarang, dengan berinvestasi kita dapat mengumpulkan uang untuk membahagiakan keluaraga. Seperti mengajak liburan/jalan dan membelikan barang yang disukai anggota keluarga.
3.      Menghindari hutang.
Separti kita ketahui dalam hidup sering ada hal-hal yang datang tanpa kita sadari seperti penyakit atau musibah. Pengeluaran-pengeluaran tidak diduga seperti tagiahan listrik, air, gas, telepon yang melonjak dll. Jika kita tidak punya investasi atau tabungan maka tidak ada jalan lain selain kita berhutang kepada saudara, teman atau lembaga keuangan.
4.      Lebih berhati-hati dalam mengatur keuangan.
Jika kita tidak punya rencana berinvestasi mungkin uang kita akan habis begitu saja, untuk belanja atau hanya sekedar hura-hura. Dengan investasi kita dituntut untuk mengatur keuangan, berapa untuk kebutuhan dan berapa untuk investasi, sehingga kita akan lebih berhati-hati dalam mengatur keuangan.
5.      Mewujudkan impian.
Semua orang pasti punya impian. Untuk mewujudkan impian itu tidak mudah, apalagi kalau impian kita itu besar seperti ingin punya mobil atau rumah yang bagus. Mungkin bagi mereka yang gajinya besar tidak ada masalah. Tapi, bagi kita yang gajinya rendah atau menengah, benar-benar butuh pejuangan. Selain semangat juga perlu pengaturan keuangan untuk mewujudkannya yaitu dengan cara investasi.
Semoga penjelasan saya di atas bermanfaat dan kita semua menjadi suka yang namanya investasi. Sedikit-dikitnya mari kita usahakan 10% gaji kita tiap bulan untuk investasi dan berinvestasilah sesuai bakat dan minat anda. Selamat mencoba!

Sabtu, 15 Maret 2014

Malam Minggu Kelabu


Sebagai BMI Hongkong yang stay out (tinggal di luar) bagiku mempunyai kenikmatan tersendiri, setelah bekerja seharian kemudian bisa bebas ketika malam tiba, senangnya bagai baru keluar dari penjara.
        Alkisah, pada malam minggu pulang kerja sekitar pukul 6 sore, aku sedang asyik berjalan sambil berkhayal. Pulang kerja bareng sang kekasih, trus jalan-jalan lalu dinner bersama, uiiiiiiyyyy…romantisnya. Aku pun senyum-senyum sendiri kayak orang kurang waras. Tak sadar ternyata ada om-om dari cina daratan ngikutin aku, lalu om itu mendekat ngajak kenalan. “Oalah…ini orang, nggangguin aja, nggak tahu meh, aku lagi asyik berkhayal dengan Sang Arjuna,” gerutuku dalam hati, lalu aku terus berjalan tanpa menghiraukannya, tapi om itu tidak juga menyerah.
        “Lei kiu meng meng a leng loi? Namamu siapa cantik?” tanyanya sambil prengas-prenges.
        “Em wa pei lei dheng a. Nggak bakal tak kasih tahu kamu.” Jawabku cetus sangking sebelnya.
        “Tim kai a? Ngo yiu co lei bang yau a. Kenapa? Aku ingin jadi temanmu.”
        Kali ini aku tak menjawab, aku berusaha menghindar dengan sedikit berlari, eh…dia ikutan lari, aku berhenti dia ikut berhenti. Bener-bener pengen tak jotos ni orang, tanganku mengepal geram, tapi tak sampai hati aku melakukannya, bisa-bisa aku masuk penjara. Hehe
        Tiba-tiba dari arah depan melintas bus nomor 35. Pas banget, bus jurusan ke tempat tinggalku. Tanpa menunggu lama kulambaikan tangan agar busnya berhenti, tapi sopir bus tak menghiraukan lambaianku, bus tetap melaju melewatiku yang berdiri di pinggir jalan, ternyata penumpang sudah penuh. Anda kurang beruntung!!!
        Aku berhenti di halte bus, menunggu bus selanjutnya, om itu masih mengikuti dan menggodaku. Sudah lewat 15 menit, bus belum juga datang, sementara telingaku sakit mendengar kicauan makhluk kurang kerjaan di sampingku, akhirnya kuraih handset dari dalam tas, kuputar mp3 dengan volume tinggi agar aku tidak mendengar lagi kicauannya.
        Tak juga menyerah, om tadi pindah posisi berdiri di depanku dan semakin mendekat. Duh, semakin muak saja aku dibuatnya, kuarahkan pandanganku ke atas, pada senja yang merona. Pemandangan yang indah mempesona, diiringi lagu I Miss You by Irwansyah feat. Zaskia sedikit menghibur malam mingguku yang kelabu.
        Tepat pukul 6:30 bus datang, segera kuayunkan kakiku naik ke dalam bus tanpa kulirik sedikit pun makhluk aneh itu. Ya nasib ya nasib, mengapa begini, baru saja di goda makhluk langka, sekarang di dalam bus bertemu cowok pakistan yang sok cool dengan gayanya yang playboy mempersilahkanku duduk di sampingnya karena tinggal itu satu-satunya tempat duduk yang tersisa.
Ngapuntene duh Gusti…apes tenan malam ini. Ibarat pepatah bilang keluar dari bahaya masuk lubang buaya, tepuk jidat sambil duduk.
        Tak mau ambil pusing dengan cowok berhidung mancung di sebelahku, aku siap action berpura-pura tidur bersandar di kursi. Aman! Setidaknya aku terhindar dari rayuan gombal, xixixi… 

Jumat, 14 Maret 2014

Gara-gara Darah

Malam itu aku mengantar mbak Parti ke dokter gigi, memeriksakan giginya yang berlubang. Dari MTR Jordan exit C2 kami berjalan lurus sampai ke pasar kemudian belok kiri. Tepat jam 6 sore aku dan kakak perempuanku itu sampai di tempat praktek dokter gigi langganan majikanku.
Nyonyaku Ms. Lee sebelumnya sudah membuat janji dengan dokter, jadi sesampainya kami di klinik, kami langsung disuruh masuk menemui dokter.
Kami berdua masuk keruangan Dr. Wong,
“Lei tei hai mai yannei yan? (Apakah kalian orang Indonesia?)” Tanya dokter.
“Ya,” jawabku.
Kemudian dokter tanya siapa yang sakit gigi, aku menunjuk ke arah mbak Parti. Dokter lalu menyuruh mbak Parti berbaring di kursi pemeriksaan, mbak Parti membuka mulutnya dan dokter memeriksa gigi mbak Parti yang berlubang.
“Wah, ko lung ho tai wo. Lei yat ting mok co goe a. (Wah, lubangnya besar sekali, gigimu harus di cabut.)” Ucap dokter memerintah sambil mempersiapkan peralatannya.
Aku tersentak, mbak Parti terlihat sangat gugup juga takut. Kami tidak diberi kesempatan untuk berfikir, dokter langsung saja mencabut gigi mbak Parti tanpa persetujuan kami.
Dug…dug…dug…!! Berdetak jantungku menyaksikan pencabutan gigi itu, mbak Parti meringis kesakitan saat dokter menyuntikkan obat bius di gusinya. Lima menit kemudian mbak Parti berteriak kesakitan, dokter sedang menarik giginya dengan alat pencabut. Kulihat darah mengalir di mulut wanita yang berbaring di depanku, tiba-tiba kepalaku berputar-putar, lalu gelap. Aku hampir terjatuh tapi aku berusaha mengendalikan diri, dan duduk di kursi. Wajahku pucat, tanganku dingin. Dokter bingung melihatku, yang giginya di cabut masih bisa teriak-teriak, kok yang nganter malah pingsan?
Aku memang takut melihat darah, dulu waktu tanganku teriris pisau dan mengeluarkan darah, aku juga langsung pingsan di dapur sampai majikanku kaget.
        Setelah pencabutan gigi selesai, aku dan mbak Parti disuruh menunggu obat di ruang tunggu. Aku duduk bersandar, tanganku masih dingin seperti es, tubuhku lemas, mbak Parti duduk di sebelahku sambil memegangi pipinya.
        Ketika suster memanggil untuk memberitahu bagaimana cara meminum obatnya, mbak Parti menyuruhku maju karena dia masih kesakitan, akhirnya aku maju walau keadaanku sendiri masih setengah sadar, kudengarkan penjelasan suster, saat suster bilang,
“Kalau bekas cabutannya masih berdarah, sumpal lagi dengan kain ini.” Kata suster itu sambil menunjuk kain putih dalam kantong obat.
Mataku tiba-tiba buram, bayangan darah tadi muncul kembali, kemudian gelap. Aku terjatuh, spontan mbak Parti yang duduk di belakang bangkit menopangku.
Suster kaget dan heran, setelah dokter menceritakan kejadian tadi, suster itu jadi senyum-senyum pengen ketawa. Akhirnya suster berpesan pada mbak parti suruh jagain aku takut pingsan lagi di jalan.
Ini orang, bukan yang sakit yang seharusnya dijaga malah yang sakit yang disuruh njagain, pengennya mbantu malah ngrepotin.
“Wkwkwkwkwk….” Aku ketawa sendiri saat mengingat peristiwa ini. 

Video Call dengan Enyak dan Babe



Kisah ini adalah kejadian lucu yang aku alami kemaren malam. Sebangai TKW yang tinggal jauh dari orangtua, pastinya kita selalu merindukan mereka. Ngobrol lewat sambungan telepon dengan orangtua yang ada di Indonesia adalah suatu hal yang biasa, tapi kalau lewat video call, mungkin masih belum terbiasa. Apalagi jika orang tua kita tinggal di desa, yang jaringan telepon dan internetnya masih belum memadahi.
            Sudah lama saya ingin video call dengan enyak dan babe, tapi sayang, HP mereka di rumah cuma HP jadul. Pengen tak beliin HP 3G, mereka juga nggak mau dengan alasan, buang-buang duit dan enyak yang dasarnya wong ndeso, nggak biasa dengan HP yang rumit-rumit. Alhasil, saya harus muter otak agar bisa video call dengan mereka.
            Ketika saya jalan-jalan di beranda facebook, tiba-tiba ada panggilan masuk dari teman saya di kampung, sebut saja namanya Stif…hehe biar keren dikit. Setelah itu saya minta tolong kepadanya, kalau ada waktu, datanglah kerumahku membawa laptop-nya agar saya bisa video call sama enyak dan babe. Namun sayang, Stif orangnya sibuk terus, tiap hari kerja dan kalau malam kuliah.
            Lagi-lagi saya harus kecewa. Keinginan ngobrol sambil melihat wajah enyak dan babe hanya tinggal harapan tanpa kepastian.
            “Kabare Non??” saya memulai obrolan facebook dengan Fela, tetangga rumah saya, karena kulihat dia lagi online.
            “Meh….” Jawaban yang tidak nyambung, tapi saya masih terus menunggu jawaban darinya, mungkin dia belum selesai nulisnya. Eh, nggak nyangka dia malah telepon. Setelah kutekan tombol jawab, layar laptop saya berubah buram dan ada sosok dua perempuan di depan saya dengan gayanya yang prengas-prenges.


            “Enyakk…!!!” Teriakku sambil menutup mulut karena terkejut. Lalu layar di depenku menggeser ke samping kemudian muncul wajah babe di samping enyak. Wow…senengnya tak terkira. Nggak cuma itu, ternyata di sana para tetangga juga lagi pada njadum di depan rumahku. Satu persatu mereka nampang di depan kamera, suasana menjadi rame, ngobrol kesana kemari, kemudian babe dengan polosnya bilang, “Kok iso weruh nang kono yo?” Wkwkwk…spontan kami semua ngakak. Babe-babe, dasar wong ndeso. Katrok’e jiannn!!! 

Lebaran, Momentum Memperbaiki Manajemen Keuangan



Oleh: NH. Lulu


       Lebaran telah tiba, inilah saat yang amat dinanti oleh umat Muslim yang, di sepanjang Ramadhan, melaksanakan ibadah puasa. Sayangnya, hari kemenangan itu seringkali juga ditandai dengan perilaku sebagian Buruh Migran (BMI) yang jor-joran alias konsumtif dalam membelanjakan uang. Ada yang dikirim ke kampung halaman tanpa kalkulasi cermat, tidak sedikit pula yang dibelanjakan percuma di Hong Kong.
        Tulisan ini tidak focus membahas fenomena jor-joran di saat Lebaran. Namun, mencoba menariknya lebih luas, terkait dengan seringnya kita jumpai BMI yang pulang ke kampung halaman tanpa membawa hasil, atau fenomena BMI yang selalu putus-sambung kontak—sudah bertahun-tahun bekerja di luar negeri tapi tidak mendapat apa-apa, lantaran gaji yang di dapat selalu habis begitu saja tak jelas dimana rimbanya. Aneh, tapi itulah kenyataan yang banyak kita jumpai di sekeliling kita.
        Bahkan ada yang bilang, semakin lama bekerja bukan semakin kaya tapi semakin banyak hutang. Di koran-koran dan media massa banyak diberitakan BMI yang terjerat hutang sampai puluhan juta, ada juga yang sampai depresi karena tak kuat membayar utang yang bertumpuk-tumpuk. Lantas, apakah penyebab dari permasalahan-permasalahan di atas? Tentu, beragam alasan dan penyebab.
        Salah-satu penyebab utamanya, itu tadi, perilaku jor-joran alias konsumtif, yang diperparah dengan ketidakmampuan me-manage keuangan dengan baik. Meskipun me-manage keuangan dianggap sepele, ternyata sangat banyak sekali manfaatnya bagi BMI untuk menyelamatkan gajinya.
        Dengan me-manage keuangan dengan baik, akan memudahkan kita dalam mengontrol pengeluaran-pengeluaran setiap bulan, sehingga kita akan tahu ke mana saja perginya uang yang telah kita keluarkan. Dengan begitu kita bisa memangkas pengeluaran-pengeluaran yang kurang penting sehingga bisa lebih berhemat.
        Cara paling mudah: buatlah catatan sederhana tentang keuangan. Catat setiap pemasukan dan pengeluaran kita setiap bulannya untuk mengecek saldo keuangan kita. Seimbang atau tidak antara pemasukan dan pengeluaran, usahakan jangan sampai terjadi ‘besar pasak daripada tiang’ besar pengeluaran daripada pendapatan.
Untuk mengantisipasi hal itu biasakan untuk selalu berhemat, hindari pola hidup konsumtif, budaya foya-foya dan gaya hidup glamour. Termasuk, dengan selektif menggelontorkan uang di “musim” Lebaran sekalipun. Usahakan untuk menyisihkan minimal 10 persen dari gaji kita untuk ditabung setiap bulan, jika bisa lebih banyak, maka itu akan lebih baik.
        Percaya atau tidak, banyak BMI tidak bisa mengendalikan diri dari pola kehidupan orang Hong Kong yang konsumtif dan serba mewah. Mereka selalu memburu gadget wah, ponsel terbaru, pakaian bermerk, dan barang-barang branded lainya. Tak segan-segan BMI terpaksa berhutang di lembaga keuangan (finance company) untuk membeli sesuatu yang ia inginkan dan untuk memenuhi gengsi.
Jikalau keadaan seperti itu dibiarkan terus berlanjut, kondisi keuangan akan semakin terpuruk. Dan, saat tiba waktunya finish kontrak, mereka tidak mempunyai uang, malahan masih menanggung utang. Ujungnya mau tidak mau harus menyambung kontrak. Itu sebabnya, kita sebagai BMI harus berhati-hati dalam bergaul, karena lingkungan amat-sangat berpengaruh pada diri kita. Jika kita bergaul dengan orang-orang baik, niscaya kita juga akan baik, begitu sebaliknya.
        Selain me-manage keuangan dengan baik, kita juga harus pintar dalam memilih sarana berinvestasi yang bagus. Ini penting, agar uang yang telah kita peroleh dengan susah payah mempunyai nilai dan semakin bertambah. Sekarang ini, menabung saja tidak cukup, karena rata-rata kenaikan bunga bank tidak signifikan untuk melawan inflasi (kenaikan harga barang).
Oleh karena itu, kita harus berinvestasi agar uang kita tidak tergerus oleh inflasi. Misalnya, kita bisa membeli tanah atau emas untuk investasi, karena harga tanah dan emas cenderung naik setiap tahun. Jadi, kita akan mendapatkan keuntungan dari kenaikan tersebut. Atau, bisa juga dana tersebut kita investasikan untuk membuka usaha, maupun sarana-sarana investasi lain yang memberi keuntungan.
        Untuk memperbanyak pengetahuan tentang manajemen keuangan, kita bisa belajar dari seminar-seminar atau workshop keuangan dan wirausaha, belajar dari buku-buku. Kita beruntung, selain ada perpustakaan Negara, di Hong Kong banyak perpustakaan lehesan milik BMI. Kita bisa memanfaatkannya dengan baik. Disampaing kita juga bisa mencari segudang artikel seputar keuangan di internet.
        Dengan me-manage keuangan secara baik, semoga para “pahlawan devisa negara” dapat pulang ke kampung halaman dengan membawa hasil dan modal yang cukup untuk memulai hidup bersama keluarga di rumah. Dan, hemat saya, Lebaran tahun ini bisa kita jadikan momentum untuk menata diri. Utamanya, terkait dengan pentingnya memperbaiki manajemen keuangan pribadi kita.nkalau bukan kita sendiri yang memulai, siapa lagi?
Apakabar Ditambah # * THN VIII * 3-23 Agustus 2013

Keutamaan Cinta


      

By: NH. Lulu

Engkaulah cinta…
Yang memberi embun di padang gersang
Pelita di kelamnya hati
Pencerah keburukan budi pekerti

Engkaulah cinta…
Yang selamanya abadi
Do’a yang tak pernah mati
Harapan yang tak pernah menua
Semangat yang selalu membara

Engkaulah cinta…
Yang selalu mempesona
Elok menyilaukan pandang
Sejuk, damai, menentramkan

Engkaulah cinta…
Yang amat mulia
Laiknya bayi suci tanpa dosa
Putih bersih tanpa noda
Kertas baru tanpa coretan tinta

Engkaulah cinta…
Yang Maha Tinggi
Selalu juara dan berprestasi
Bintang yang menjadi impian
Di cakrawala kehidupan
        22:11, 28/08/12

Rabu, 12 Maret 2014

Segitiga Cinta Hitam



Oleh: NH. Lulu
Cinta itu anugrah Tuhan yang begitu aneh, meski sudah banyak kata dan kalimat untuk mendefinisikan makna cinta, tapi seakan masih saja kurang dan tak lengkap, apa sebenarnya makna cinta itu?
Bagi sebagian orang, cinta mungkin suatu keindahan, kenikmatan, dan kebahagian. Namun, bagi Wulan—wanita lajang berusia 40 tahun itu, cinta adalah sebuah titik hitam dalam kehidupannya. Sebuah mozaik penuh penyesalan.
Cahyo—cowok tampan, tinggi, mata bulat—adalah seorang atlet basket sekolahan yang menjadi idaman para cewek di kelas. Tak tanggung-tanggung, banyak kakak kelas yang bertekuk lutut kepadanya. Entah mengapa, Wulan juga sama seperti cewek lain yang mengharapkan cinta Cahyo mampir ke hatinya.
Wulan sendiri bingung dengan perasaannya. Kenapa bisa benar-benar menyukai Cahyo, walau cowok itu sudah punya pacar. Gadis ayu keturunan malay itu sudah mencoba menepis perasaanya terhadap Cahyo. Tapi cinta itu semakin membakar dirinya.
Bayang-bayang Cahyo terus bersiponggang dalam khayalan, selalu mengusik hari-harinya. Ketika jam pelajaran, Wulan tak bisa kosentrasi belajar. Apalagi posisi tempat duduk Cahyo yang tak jauh darinya, membuat dara remaja itu selalu mencuri pandang.
Menjelang kenaikan kelas, seorang kakak kelas bernama Ardi datang menyatakan cinta kepada Wulan. Dia adalah cowok yang selama ini sering memboncengkan Wulan ketika berangkat sekolah.
Jalur rumah Ardi dan Wulan yang searah membuat mereka sering berangkat bersama. Setiap pagi Ardi sering mendapati Wulan berdiri di tepi jalan sedang menunggu bus. Lalu, dengan senang hati Ardi akan memboncengkan gadis itu sampai sekolahan. Hingga, tak disangka, tumbuh benih-benih cinta di hati Ardi terhadap Wulan.
Wulan sangat heran, ketika suatu pagi yang gerimis, ia bangun kesiangan hingga harus berlari-lari menuju ke halte bus dan mendapati Ardi tengah menunggunya di sana.
“Mas Ardi, kok bisa di sini?”
“Yuk buruan udah telat nich!” ajak Ardi seraya men-starter motor, lalu melaju cepat mengejar waktu.
Wulan menelan ludah, duduk di belakang dengan memendam pertanyaan yang tak terjawab. Jarak yang biasanya ditempuh selama 30 menit kini hanya mereka tempuh dalam 15 menit. Ardi memacu motornya dengan kecepatan tinggi, namun tetap saja mereka telat sampai di sekolahan.
Huft…telat dech. Maafin aku Wulan, tak bisa membawamu lebih cepat,” ucap Ardi sedikit kecewa. Wulan menyeringai, masih belum faham dengan apa yang sedang ia alami.
“Kenapa Kak Ardi bisa menungguku?” tanya Wulan masih penasaran.
“Karena aku ingin selalu mengantarmu ke sekolah. Syukur-syukur jika kamu bersedia pulang bareng aku.”
“Tapi….” Pertanyaan Wulan terputus oleh satpam sekolah yang menyuruh mereka masuk.
Hari itu Wulan benar-benar merasa aneh dengan sikap Ardi. Namun, penasaran di hatinya terjawab ketika jam istirahat Ardi menemui Wulan dan mengungkapkan perasaannya.
“Jika kamu menerimaku, pulanglah bersamaku. Kutunggu di parking belakang.” pinta Ardi sebelum pergi menuju kelas XII IPA 1, kelas yang berada paling ujung.
Saat jam perlajaran terakhir, Wulan mulai gelisah. Pikirannya melayang pada sosok Ardi yang atletis mirip seperti pujaan hatinya, Cahyo Adi Nugroho. Tapi Ardi lebih pendiam dari Cahyo, yang periang dan suka iseng tur gokil.
Teng teng teng…! Bel tanda berakhirnya pelajaran berbunyi. Kelas yang semula sunyi berubah gaduh. Para siswa mengemasi buku dan beranjak pulang. Wulan masih terdiam memandang pias isi kelas yang mulai sepi.
“Yuk pulang, Lan,” ajak Ria teman sebangkunya.
“I-iya…aku ada janji ama teman, kamu duluan aja.” Sekarang tinggal Wulan sendiri di dalam kelas. Di luar juga mulai sepi, sesekali ada beberapa siswa yang berjalan santai sambil ngobrol dengan kawan-kawannya.
Wulan berjalan gontai menuju parkir kendaraan di belakang. Ia melangkah antara yakin dan bimbang. Pria yang ia suka adalah Cahyo, namun cowok itu sudah mempunyai pacar. Haruskah ia terus mencintai cowok yang jelas-jelas sudah menjadi milik orang?
Tepat di ujung toilet sebelum ke area parkir, Wulan tiba-tiba berbelok dan lari menuju gerbang sekolahan. Ardi masih menunggunya di samping motor Suzuki birunya. Sesekali melirik jam yang bertengger di tangannya dan menoleh ke kanan kiri. Namun, gadis yang ia tunggu tak jua datang. Hingga pukul 4 sore Ardi menunggu dan pergi membawa harapan kosong.
Pagi itu Wulan segaja berangkat awal agar tidak berpapasan dengan Ardi, tapi ternyata Ardi malah sudah menunggunya di tepi jalan. Betapa kaget dan tak percaya sepagi itu Ardi sudah menunggunya di sana.
“Kak…Kak Ardi kok bisa ada di sini?” tanya Wulan kikuk. Seperti biasa, Ardi hanya tersenyum simpul dan memberi kode agar Wulan naik ke motornya. Tapi kali ini Wulan menolak.
“Apa sekarang kamu juga sudah tak sudi berangkat sekolah bareng aku?” tanya Ardi datar.
“Bukan seperti itu, Kak.”
“Lantas?”
“Aku…Aku masih bingung.”
“Kenapa bingung, bukankah setiap pagi kita selalu berangkat bersama? Emmm…aku tahu, kamu masih memikirkan ucapanku yang kemaren? Sudahlah Wulan, jika kamu tak bersedia pulang bersamaku, cukup mengantarmu ke sekolah seperti biasanya aku sudah senang.”
“Tapi, aku tak mau menyakitimu.”
“Hatiku sudah sakit sejak kemaren, tapi aku masih bersedia menunggumu pagi ini. Jika kita tak bisa bersama, bukankah kita masih bisa berteman.”
Wulan menunduk, tak mampu lagi untuk melawan. Hatinya berdesir, terharu oleh ketulusan Ardi.
Suzuki biru melaju pelan melintasi jalan Soekarno, menembus semilir udara pagi. Roda motor Ardi meliuk di pertigaan menuju jalur pantai Kota Sendang. Melewati beberapa sekolah SMP swasta dan STM, melaju lurus sampai ke SMA N 1 Weleri. Ardi menurunkan Wulan di depan lobi sekolahan.
“Tunggu aku di parkir belakang, pulang sekolah.” ucap Wulan lalu berlari menuju kelas. Ardi tersenyum, hatinya berbunga. Berjuta rasanya.
Sejak hari itu mereka jadian, Wulan mencoba untuk mencintai Ardi sebagaimana Ardi tulus mencintainya. Setiap hari Ardi mengantar jemput Wulan ke sekolah. Hari-hari di sekolah mereka lewati bersama, seakan waktu pun begitu cepat berlalu. Berlari, tanpa bisa kembali.
***
Cinta Ardi kini laksana taman bunga yang bermekaran, indah nian elok. Namun, lain halnya dengan Wulan. Meski sudah dua bulan menerima Ardi sebagai kekasih, Wulan masih belum sepenuhnya mencintai Ardi. Apalagi dua hari yang lalu Cahyo putus dengan pacarnya dan “nembak” Wulan.
Wulan dilanda dilema yang teramat. Cahyo adalah cinta pertama Wulan, dan sekarang dia ingin menjadikan Wulan sebagai kekasihnya. Siapa sih cewek yang nggak seneng jika “ditembak” dengan cowok yang dicintai? Oops! Tapi gimana dengan Ardi?
“Kenapa sih, udah dua hari ini kamu sering melamun?”
“Eh, apa? Tadi Kakak bilang apa?” Wulan gelagapan, terpergok.
“Tuh, kan. Melamun lagi.” Ardi mendengus. Merasa Wulan benar-benar Aneh.
“Maaf Kak, aku kepikiran pelajaran, sebentar lagi kan tes akhir semester.” Ardi mengendik, mencoba menerima alasan Wulan.
“Kak, nanti ayah mau jemput, jadi kakak nggak usah nungguin aku,” ucap Wulan sebelum kembali ke dalam kelas.
Siang yang terik, matahari begitu garangnya memanggang bumi. Wulan ingin segera pulang ke rumah dan istirahat. Hari ini begitu melelahkan, selain tadi ada pelajaran olahraga, Wulan juga pusing memikirkan masalah cintanya.
“Wulan, tunggu!” Ia merandek, mencari siapa yang memanggilnya. “Mau nggak kuantar kamu pulang?” Wulan menelengkan kepala.
“Wulan, sampai kapan kamu seperti ini? Aku tahu kamu mencintaiku, sejak dulu kamu selalu mencuri pandang kepadaku. Jangan kira aku nggak tahu Wulan.” cecar Cahyo dengan nada mendesak. Wulan menggeleng-geleng dan mencoba berlari, tapi Cahyo lebih dulu meraih tangannya.
“Apakah karena kakak kelas itu, kamu nggak mau nrima aku?” Deg! Pukulan bogem seolah mendarat tepat diulu hatinya. Sakit. Sesak rasanya.
“Jika kamu memang mencintainya, terima saja. Aku tak akan menghalangimu.” Wulan terkejut, kenapa tiba-tiba Ardi muncul di hadapannya. Dia benar-benar tak mampu untuk menjelaskan. Semua berjalan begitu cepat, Wulan pun tak mengerti dengan perasaannya sendiri.
“Kak, bukan seperti itu….” Ardi telah melesat pergi. Wulan merasa tubuhnya membeku, kaki-kakinya seraya dirayapi jutaan semut yang membuatnya lumpuh. Ia menatap nanar punggung pacarnya yang berlari dan menghilang dibalik tembok kelas XI B. Matanya yang berkaca-kaca pecah menitikkan setetes embun Kristal. Berjuta rasa teraduk di dalam hatinya, galau!
***
Tes akhir semester telah usai. Liburan panjang menyambut para siswa kelas X dan XI SMA N 1 Weleri. Kelas XII yang sudah lulus mengucapkan perpisahan kepada dewan guru, kawan karib, handai taulan. Wulan ingin sekali mengucapkan perpisahan dan berjuta kata maaf kepada Ardi, karena ia sudah melukai cintanya yang begitu tulus. Sejak mereka putus, Wulan jarang bertemu dengan Ardi, bahkan berpapasan di sekolah atau pas nunggu bus saat berangkat sekolah pun tak pernah. Ardi seakan menghilang jauh, meski mereka masih satu sekolahan.
Wulan memberanikan diri ke kelas XII IPA 1. Beberapa kakak kelas yang sedang bersenda gulau menoleh karena kedatangannya.
“Maaf, Mbak. Kak Ardi hari ini masuk nggak ya?” tanya Wulan pada kakak kelas yang duduk di samping pintu.
“Tadi aku lihat dia di kantin.”
“Oh, kalau gitu saya ke sana saja. Terima kasih ya Mbak.” Wulan menyusuri koridor kelas XII lalu belok ke kiri menuju kantin. Benar saja, Ardi sedang makan bersama kawan-kawannya.
“Kak Ardi, bisa bicara sebentar?” Ardi mengikuti Wulan keluar kantin, duduk di bangku kayu di samping lapangan basket yang tak jauh dari kantin.
Setelah selesai mengucapkan perpisahan dia segera pergi, seraya menyembunyikan air matanya. Wulan ke toilet untuk menumpahkan luapan air mata yang sudah tak terbendung lagi. Wulan tak ingin siapa pun melihatnya menangis, terutama Ardi.
Ardi telah memutuskannya sejak dia tahu Cahyo adalah cinta pertama Wulan. Tapi bagi Wulan Cahyo hanyalah cinta masa lalu, karena ternyata kenangan saat-saat kebersamaan mereka—bersama Ardi tak mampu ia enyahkan dari ingatannya. Semakin hari, Wulan semakin merindukan kebersamaan itu. Ia sangat merindukan perhatian dan cinta tulus Ardi.
Hingga sekarang Wulan masih merindu dan menunggu Ardi datang kembali, meski usianya sudah tak muda lagi. Cahyo sudah punya anak dua, teman-teman sebayanya hampir sudah menikah semua, tapi Wulan tetap merindu dan menunggu cint aArdi yang entah ada di mana.

Yuen Long, 30 Januari 2014


 Dimuat di Tabloid Apakabar Ditambah Edisi # 01 Thn IX * 8-21 Maret 2014