Kamis, 03 April 2014

Wajah Kuntilanak

Adakah di jaman modern seperti sekarang ini yang masih takut dengan hantu? Apalagi di negara Hong Kong tempat kita mengais dolar ini adalah salah satu negara maju dengan fasilitas tehnologi yang luar biasa canggih.
Eits…tapi jangan salah lho, di daerah-daerah pedesaan wilayah New Teritories masih banyak juga tempat yang sepi bin serem. Seperti rumah majikan teman saya yang tinggal di Mong Tseng Tsuen. Ketika malam tiba tempat itu sangat sunyi, hanya derik binatang malam yang sering terdengar bersahut-sahutan di semak-semak. Di sana masih banyak lahan kosong dengan rumput-rumput liar setinggi dada.
Panggil saja Husna, teman saya ini bertahan bekerja di tempat serem seperti itu lantaran dia hanya tinggal sendirian di rumah, jadi dia mempunyai kebebasan berekspresi. Apalagi majikannya yang kaya raya itu juga sering keluar negeri, semakin betah saja Husna berlama-lama bekerja di sana.
Kembali ke cerita mistik di rumah itu, sebenarnya hampir tiga tahun Husna tinggal sendirian di rumah itu, dia belum pernah sama sekali bertemu dengan hantu atau sejenisnya. Walau sering terjadi hal-hal aneh seperti pintu gerbang terbuka sendiri, anjing penjaga rumah yang menggonggong padahal nggak ada orang lewat dan dering telepon tengah malam.
“Hmmm…paling juga pintu gerbangnya eror, jadi terbuka sendiri,” hibur Husna pada dirinya sendiri seraya membuang rasa takut ketika tiba-tiba pintu gerbang rumahnya terbuka sendiri di malam hari. Lalu dia mematikan sambungan listrik pada mesin penggerak pintu gerbang yang biasanya bisa dibuka dengan menggunakan remote control. Jika sambungan listriknya diputus maka pintu gerbang itu tidak dapat dibuka menggunakan remote tapi harus didorong secara manual.
Suatu malam Husna sedang asyik memoles masker di wajahnya agar mulus semulus bulus. Hehe…tiba-tiba dia ingat harus membalas inbok temannya. Karena di dalam kamarnya tidak ada sinyal, terpaksa Husna harus keluar sampai ke depan rumah untuk mencari sinyal yang mungkin masih tersangkut di tiang atau pohon Leci  di depan rumahnya, maklum begitulah resiko tinggal di daerah pelosok yang sulit terjangkau jaringan internet.
Setelah dia berhasil online, segera ia membuka akun facebook-nya lalu menulis pesan untuk temannya. Tak lupa dia juga ‘mampir jalan-jalan’ di beranda, kemudian muncul keinginan untuk update status, dia harus berfikir ekstra untuk mendapatkan kalimat yang cantik dan ampuh menarik jempol dan perhatian teman-temannya di facebook. Dia mulai garuk-garuk kepala, karena nggak ketemu juga ide yang best of best seperti keinginannya itu, matanya berputar lirik sana-sini, siapa tahu ada sesuatu yang bisa memberinya inspirasi.
Tiba-tiba pandangannya berhenti tepat di pintu kaca, matanya membelalak hampir lompat keluar, Husna melihat bayangan wajah putih, bulat, dengan rambut panjang tergerai seperti kuntilanak. Husna menjerit sejadi-jadinya lalu lari terbirit-birit, hmm…aneh tapi nyata bayangan itu pun berlari mengikutinya. Oalah, Jeng, itukan bayanganmu sendiri yang memakai masker wajah, hahaha…ada ada aja kamu! 

0 komentar:

Posting Komentar