Sabtu, 22 Maret 2014

Wisata Religi ke Guangzhou, Cina


Islam pertama kali masuk ke Cina dibawa oleh panglima besar islam, Saad bin Abi Waqqas, bersama sahabat lainnya pada tahun 616 M. Kini 20 juta muslim tersebar di Cina, dengan pusat terbesar di Xinjian (I/6 wilayah Cina) serta Ninxia. Dan sebanyak 34. 000 masjid serta institut Islam ada di Cina.
Di kota Guangzhou, ibu kota provinsi Guangdong berdiri masjid tertua di china, yaitu Masjid Huaisheng. Nama Huaisheng yang berarti kenangan untuk sang pemula yang dibangun sebagai penghormatan terhadap Nabi Muhammad SAW. Masjid ini berusia sekitar 1.300 tahun, arsitekturnya perpaduan gaya Timur Tengah dan gaya tradisional Suku Han. Huaisheng adalah satu dari empat masjid paling popular di Cina. Tiga lainnya adalah Yangzhou Crane, Quanzhou Kylin dan Hangzhou Phoenix.
Luas area Masjid Huaisheng sekitar 3.000 meter persegi. Pintu masuk masjid ini terletak di Guangta Road. Dari luar masjid ini seperti bangunan biasa, kecuali tanda gerbang pintu masuk yang dibuat dengan tumpukan bata merah dan menara yang menyembul di sisi kanan dari balik tembok ini tertulis huruf Cina yang menyebut bahwa bangunan tersebut merupakan bangunan sejarah yang berada di bawah lindungan pemerintah.
Komplek masjid ini terdiri dari koridor berbentuk U yang melingkupi halaman gedung yang dikelilingi tembok dan berakhir dengan bangunan utama di dalam masjid. Masjid ini juga dinamai Light Tower Mosque karena memiliki sebuah menara yang pernah digunakan sebagai mercusuar untuk kapal-kapal yang berlayar di sungai Zhujiang. Para pelaut dulu sering memanjat menara ini untuk melihat kondisi cuaca.
Masih di Guangzhou juga terdapat makam Saad bin Abi Waqqas, penyebar agama islam di Cina dan diyakini sebagai paman Nabi Muhammad SAW dari pihak ibu. Untuk memasuki makam Saad bin Abi Waqqas, pengunjung masih harus berjalan kaki sekitar 100 meter dari pintu utama. Setelah masuk pintu makam, ada dua pintu lagi yang mesti dilewati untuk menuju makam Saad bin Abi Waqqas. Makam tersebut ditempatkan dalam bangunan sehingga terlindungi dari panas dan hujan. Di sekitarnya, ada sejumlah makam lainnya yang terlindung di bawah naungan pohon beringin.
Masjid Huaisheng dan Makam Saad bin Abi Waqqas ini kerap dikunjungi warga muslim dari berbagai Negara, oleh karena itu tidak ada salahnya Anda mencoba mengunjungi tempat-tempat bersejarah tersebut sebagai agenda wisata religi Anda.
Sebelum ke Guangzhou Anda juga bisa mampir dulu ke Shenzhen, kota yang berpenduduk sekitar 13 juta jiwa ini adalah salah satu daerah tujuan wisata utama di Cina yang ditunjang fasilitas pendukung sangat memadai, salah satunya adalah Taman Mini Cina, seperti TMII di Jakarta. Di sini juga ada teater berkapasitas 3.000 pengunjung dengan setting seperti Keong Mas TMII. Pengunjung bisa memungkasi kunjungan dengan menonton sebuah parade budaya Cina yang dipaket secara kolosal dengan setting panggung yang kolosal pula, dalam label Splended of China.
Shenzhen juga masih mempunyai lokasi wisata yang elok dan memesona yaitu Window of The Word yang berarti jendela dunia! Semua keajaiban dunia tersaji di sini, mulai dari Borobudur, Angkot Wat, hingga menara Eiffel. Window of The Word ditata sangat mengagumkan, berikut music etnik lokasi keajaiban dunia yang dipamerkan. Seperti bunyi gamelan dan gending Jawa di miniatur Borobudur.
Jika teman-teman BMI-HK tertarik untuk wisata religi ke Guangzhou ikutlah paket travel yang murah dan terpercaya, biasanya sekitar HKD 250-300, itu sudah termasuk makan siang di restoran halal di Cina. Selamat mencoba.
(dari berbagai sumber)

0 komentar:

Posting Komentar