Sabtu, 22 Maret 2014

Desaku


Kumandang adzan di ujung fajar
Hembusan angin semerbakbau bawang
Gemericik air dan cicit kenari di pematang ladang
Mengukir indah bingkai kenangan

Kaki mengayuh sepeda juluk
Tatap mata berbinar tenang
Nikmati keindahan alam pedesaan
Alami bukan buatan

Nian jauh di sudut negeri
Bumi serupa tatanan beton
Megah, busungkan kesombongan
Kakikaki melangkah cepat
Acuh kan tapak tertinggal lari
Erangan bagai gonggongan anjing
: Individualisme

Desaku….
Di sanalah ujung rindu
Dalam keterbatasan dan kesederhanaan
Di sanalah tempat kembali jiwajiwa rantau

Lau Fau Shan, 04122013, 12:45 p.m

0 komentar:

Posting Komentar