Jumat, 14 Maret 2014

Video Call dengan Enyak dan Babe



Kisah ini adalah kejadian lucu yang aku alami kemaren malam. Sebangai TKW yang tinggal jauh dari orangtua, pastinya kita selalu merindukan mereka. Ngobrol lewat sambungan telepon dengan orangtua yang ada di Indonesia adalah suatu hal yang biasa, tapi kalau lewat video call, mungkin masih belum terbiasa. Apalagi jika orang tua kita tinggal di desa, yang jaringan telepon dan internetnya masih belum memadahi.
            Sudah lama saya ingin video call dengan enyak dan babe, tapi sayang, HP mereka di rumah cuma HP jadul. Pengen tak beliin HP 3G, mereka juga nggak mau dengan alasan, buang-buang duit dan enyak yang dasarnya wong ndeso, nggak biasa dengan HP yang rumit-rumit. Alhasil, saya harus muter otak agar bisa video call dengan mereka.
            Ketika saya jalan-jalan di beranda facebook, tiba-tiba ada panggilan masuk dari teman saya di kampung, sebut saja namanya Stif…hehe biar keren dikit. Setelah itu saya minta tolong kepadanya, kalau ada waktu, datanglah kerumahku membawa laptop-nya agar saya bisa video call sama enyak dan babe. Namun sayang, Stif orangnya sibuk terus, tiap hari kerja dan kalau malam kuliah.
            Lagi-lagi saya harus kecewa. Keinginan ngobrol sambil melihat wajah enyak dan babe hanya tinggal harapan tanpa kepastian.
            “Kabare Non??” saya memulai obrolan facebook dengan Fela, tetangga rumah saya, karena kulihat dia lagi online.
            “Meh….” Jawaban yang tidak nyambung, tapi saya masih terus menunggu jawaban darinya, mungkin dia belum selesai nulisnya. Eh, nggak nyangka dia malah telepon. Setelah kutekan tombol jawab, layar laptop saya berubah buram dan ada sosok dua perempuan di depan saya dengan gayanya yang prengas-prenges.


            “Enyakk…!!!” Teriakku sambil menutup mulut karena terkejut. Lalu layar di depenku menggeser ke samping kemudian muncul wajah babe di samping enyak. Wow…senengnya tak terkira. Nggak cuma itu, ternyata di sana para tetangga juga lagi pada njadum di depan rumahku. Satu persatu mereka nampang di depan kamera, suasana menjadi rame, ngobrol kesana kemari, kemudian babe dengan polosnya bilang, “Kok iso weruh nang kono yo?” Wkwkwk…spontan kami semua ngakak. Babe-babe, dasar wong ndeso. Katrok’e jiannn!!! 

0 komentar:

Posting Komentar