Kisah ini adalah kejadian lucu yang
aku alami kemaren malam. Sebangai TKW yang tinggal jauh dari orangtua, pastinya
kita selalu merindukan mereka. Ngobrol lewat sambungan telepon dengan orangtua
yang ada di Indonesia adalah suatu hal yang biasa, tapi kalau lewat video call, mungkin masih belum
terbiasa. Apalagi jika orang tua kita tinggal di desa, yang jaringan telepon
dan internetnya masih belum memadahi.
Sudah
lama saya ingin video call dengan
enyak dan babe, tapi sayang, HP mereka di rumah cuma HP jadul. Pengen tak
beliin HP 3G, mereka juga nggak mau dengan alasan, buang-buang duit dan enyak
yang dasarnya wong ndeso, nggak biasa
dengan HP yang rumit-rumit. Alhasil, saya harus muter otak agar bisa video call dengan mereka.
Ketika
saya jalan-jalan di beranda facebook, tiba-tiba ada panggilan masuk dari teman
saya di kampung, sebut saja namanya Stif…hehe biar keren dikit. Setelah itu
saya minta tolong kepadanya, kalau ada waktu, datanglah kerumahku membawa laptop-nya agar saya bisa video call sama enyak dan babe. Namun
sayang, Stif orangnya sibuk terus, tiap hari kerja dan kalau malam kuliah.
Lagi-lagi
saya harus kecewa. Keinginan ngobrol sambil melihat wajah enyak dan babe hanya
tinggal harapan tanpa kepastian.
“Kabare
Non??” saya memulai obrolan facebook
dengan Fela, tetangga rumah saya, karena kulihat dia lagi online.
“Meh….”
Jawaban yang tidak nyambung, tapi saya masih terus menunggu jawaban darinya,
mungkin dia belum selesai nulisnya. Eh, nggak nyangka dia malah telepon.
Setelah kutekan tombol jawab, layar laptop saya berubah buram dan ada sosok dua
perempuan di depan saya dengan gayanya yang prengas-prenges.
“Enyakk…!!!”
Teriakku sambil menutup mulut karena terkejut. Lalu layar di depenku menggeser
ke samping kemudian muncul wajah babe di samping enyak. Wow…senengnya tak
terkira. Nggak cuma itu, ternyata di sana para tetangga juga lagi pada njadum di depan rumahku. Satu persatu
mereka nampang di depan kamera, suasana menjadi rame, ngobrol kesana kemari,
kemudian babe dengan polosnya bilang, “Kok
iso weruh nang kono yo?” Wkwkwk…spontan kami semua ngakak. Babe-babe, dasar wong ndeso. Katrok’e jiannn!!!





0 komentar:
Posting Komentar