Wajah Kuntilanak

Adakah di jaman modern seperti sekarang ini yang masih takut dengan hantu? Apalagi di negara Hong Kong tempat kita mengais dolar ini adalah salah satu negara maju dengan fasilitas tehnologi yang luar biasa canggih. Eits…tapi jangan salah lho...

Mengais Rezeki Tambahan Dihari Libur

Kebebasan BMI (Buruh Migran Indonesia) Hong Kong yang mempunyai waktu libur sepekan sekali dan public holiday, banyak di manfaatkan BMI untuk mengais rejeki tambahan dengan berjualan. Walau sebenarnya BMI berjualan itu...

Tahun Baru

Gulir waktu kian menganga Menapak batas semesta Kerlip bintang tebarkan cahaya di gelap langit Memoles indah angkasa luas...

Tapak Perjalanan

Jelajahi tapak perjalanan masa lalu Seraya merajut harap pada sisa waktu Bermuhasabah Berbenah Berjuang dan berusaha menggapai yang belum tercapai...

Desaku

Kumandang adzan di ujung fajar Hembusan angin semerbak bau bawang Gemericik air dan cicit kenari di pematang ladang Mengukir indah bingkai kenangan...

Rabu, 12 November 2014

Jengkol Oh Jengkol


        Kerja pada majikan yang super baik dan tidak pelit itu sesuatu banget! Saya sangat bersyukur sekali mendapatkan majikan baik dan saya juga bisa bekerja serumah dengan kakak kandung saya satu-satunya yang super kocak dan gokil.
        Pembaca yang budiman, masih ingatkah cerita saya tempo hari tentang kakak kandung saya yang bernama Mbak Asri pecinta jengkol dan pete? Nah, kemaren dia bikin ulah lagi.
        Karena kami kerja serumah, tentunya kami juga tidur satu kamar. Biasanya saya tidur di ranjang bawah, dan Mbak Asri tidur di ranjang atas. Selain itu, kamar kami juga dilengkapi kamar mandi pribadi dan AC (hmmmm…dan nikmat manakah yang bisa saya dustakan?).
        Suatu malam yang melelahkan. Pasalnya, seharian saya nyapu kebun buah milik majikan. Apalagi pada musim gugur seperti sekarang ini, bisa dibayangkan seperti apa ngeresnya? Daun-daun kering berjatuhan di mana-mana. Belum lagi kebun buahnya yang sangat luas, ada 20 pohon buah leci, 2 pohon buah klengkeng, 3 pohon buah mangga, pear, pisang, jeruk, pokoknya lengkap dech segala macam pohon buah ada. Nyapu seharian, capeknya tuh di sini (nunjuk tangan dan kaki).
        Tepat pukul 4 dini hari, saya masih tidur dengan lelapnya. Tiba-tiba hidung saya kembang kempis mencium bau yang luar biasa menyengat! Nyawa saya yang sedang asyik berkelana di alam mimpi seketika terhembas ke alam nyata.
        “Mbak! Kamu lagi B’OL ya?”
        “Aduhhhh…perutku sakit banget nih.” Jawab Mbak Asri dari dalam toilet.
        OMG! Malam-malam B’OL bau jengkol lagi! Kao meng a…..

        Tak tahan dengan bau yang sungguh sangat menyengat, saya segera bangun lalu menyalakan jao hei sin (kipas penyedot) dan AC. Tak lupa saya juga membuka jendela lebar-lebar agar bau jengkolnya cepet keluar. Dan sebelum tidur kembali, saya semprotkan minyak wangi ke seluruh ruangan (alternative nggak ada pewangi ruangan, hahahaha…)
dimuat Apakabar Plus Edisi #17 Thn IX *8-21 November 2014

Rabu, 05 November 2014

Sebuah Perjuangan

Pertama kali terjun di dunia kepenulisan, saya masih sangat minim pengetahuan. Saya belum tahu banyak tentang dunia tulis menulis. Waktu itu saya ingat saat teman-teman saya di Forum Lingkar Pena Hong Kong menjuarai lomba menulis, pengen banget bisa seperti mereka. Sampai-sampai saya pinjam piala mereka untuk narsis. Di dalam hati, saya sembari berdoa, "Ya Allah semoga suatu hari nanti saya akan mendapatkan piala seperti ini.

 Nah, ini nich fotonya hehehe.....
Keajaiban Tuhan benar-benar datang ketika saya benar-benar berjuang pantang menyerah. setelah berbagai macam lomba menulis aku ikuti. Namun, tak satu pun yang lolos.

"Lu, kamu ikut lomba cerpen di Bintang Al-Ikhlas?" tanya Diani
"Pengen sih, tapi belum selesai. Ceritanya mentok nggak bisa dikembangkan." jawabku pesimis.
Hampir mendekati deadline baru saya paksakan untuk menyelesaikan cerpen yang akan saya ikutkan lomba tersebut.

Ah, biarin lah. Yang penting saya sudah mencoba. Juara atau tidak, yang penting saya sudah berusaha.
Minggu sore yang sangat sibuk, saya mendapat SMS dari Diani, "Lu, kamu juara 2 di Mbak Lintang."
Saya hampir tak percaya dengan SMS yang baru saja saya baca. Berulang kali saya baca SMS itu dengan hati berbunga-bunga. Saya tersenyum-senyum sendiri. Rasanya sudah tak tergambangkan. Bahagia tingkat dewa hehehe...Yes, akhirnya juaraaaaaaa!!!!!

foto saat saya pertama kali mendapat juara 2 lomba menulis cerpen
Alhamdulillah...semua adalah perjuangan. Buah dari sebuah usaha yang pantang menyerah. Sekali gagal, coba lagi. Gagal lagi, coba lagi, sampai berhasil. Ini adalah hasil dari sebuah kepercayaan. Percayalah jika Anda bisa, Anda pasti bisa! The Power of Positif Thinking!
Saat saya mendapat juara 2 lomba foto
Saat saya mendapat juara 3 lomba cerpen islami
Ini sedikit pengalaman saya di dunia kepenulisan, semoga menginspirasi, dan tetap semangat.
Salam Literasi!