Adakah
di jaman modern seperti sekarang ini yang masih takut dengan hantu? Apalagi di
negara Hong Kong tempat kita mengais dolar ini adalah salah satu negara maju
dengan fasilitas tehnologi yang luar biasa canggih.
Eits…tapi
jangan salah lho, di daerah-daerah pedesaan wilayah New Teritories masih banyak
juga tempat yang sepi bin serem. Seperti rumah majikan teman saya yang tinggal
di Mong Tseng Tsuen. Ketika malam tiba tempat itu sangat sunyi, hanya derik
binatang malam yang sering terdengar bersahut-sahutan di semak-semak. Di sana
masih banyak lahan kosong dengan rumput-rumput liar setinggi dada.
Panggil
saja Husna, teman saya ini bertahan bekerja di tempat serem seperti itu
lantaran dia hanya tinggal sendirian di rumah, jadi dia mempunyai kebebasan
berekspresi. Apalagi majikannya yang kaya raya itu juga sering keluar negeri,
semakin betah saja Husna berlama-lama bekerja di sana.
Kembali
ke cerita mistik di rumah itu, sebenarnya hampir tiga tahun Husna tinggal
sendirian di rumah itu, dia belum pernah sama sekali bertemu dengan hantu atau
sejenisnya. Walau sering terjadi hal-hal aneh seperti pintu gerbang terbuka
sendiri, anjing penjaga rumah yang menggonggong padahal nggak ada orang lewat
dan dering telepon tengah malam.
“Hmmm…paling
juga pintu gerbangnya eror, jadi terbuka sendiri,” hibur Husna pada dirinya
sendiri seraya membuang rasa takut ketika tiba-tiba pintu gerbang rumahnya
terbuka sendiri di malam hari. Lalu dia mematikan sambungan listrik pada mesin
penggerak pintu gerbang yang biasanya bisa dibuka dengan menggunakan remote control. Jika sambungan
listriknya diputus maka pintu gerbang itu tidak dapat dibuka menggunakan remote tapi harus didorong secara
manual.
Suatu
malam Husna sedang asyik memoles masker di wajahnya agar mulus semulus bulus.
Hehe…tiba-tiba dia ingat harus membalas inbok
temannya. Karena di dalam kamarnya tidak ada sinyal, terpaksa Husna harus
keluar sampai ke depan rumah untuk mencari sinyal yang mungkin masih tersangkut
di tiang atau pohon Leci di depan
rumahnya, maklum begitulah resiko tinggal di daerah pelosok yang sulit
terjangkau jaringan internet.
Setelah
dia berhasil online, segera ia
membuka akun facebook-nya lalu
menulis pesan untuk temannya. Tak
lupa dia juga ‘mampir jalan-jalan’ di beranda, kemudian muncul keinginan untuk update status, dia harus berfikir
ekstra untuk mendapatkan kalimat yang cantik dan ampuh menarik jempol dan
perhatian teman-temannya di facebook.
Dia mulai garuk-garuk kepala, karena nggak ketemu juga ide yang best of best seperti keinginannya itu,
matanya berputar lirik sana-sini, siapa tahu ada sesuatu yang bisa memberinya
inspirasi.
Tiba-tiba pandangannya berhenti tepat di pintu kaca, matanya membelalak
hampir lompat keluar, Husna melihat bayangan wajah putih, bulat, dengan rambut
panjang tergerai seperti kuntilanak. Husna menjerit sejadi-jadinya lalu lari
terbirit-birit, hmm…aneh tapi nyata bayangan itu pun berlari mengikutinya. Oalah, Jeng, itukan bayanganmu sendiri yang
memakai masker wajah, hahaha…ada ada aja kamu!