“Move
On”, Jadilah Pengusaha
Kita
baru saja memasuki 2015. Momentum pergantian tahun yang sekaligus menandai
lembaran baru dalam kehidupan kita. Sejenak saya tertegun menghitung angka yang
sudah saya habiskan di negara Hong Kong ini. Delapan tahun bukanlah waktu yang
singkat. Padahal, awal pertama kerja di sini saya berencana hanya ingin bekerja
dua tahun saja. Namun, seperti inilah kenyataan hidup yang kadang tidak sesuai
dengan rencana.
Tidak dipungkiri kerja dengan gaji
sebulan Rp 6 juta (kurs 1500) adalah suatu hal yang sangat melenakan. Bayangkan
saja di Indonesia, gaji Rp 6 juta adalah gajinya pegawai, pejabat, bahkan masih
banyak pegawai dan pejabat pemerintah yang gajinya lebih rendah. Tetapi, sampai
kapan kita akan terlena? Tidakkah kita ingin hidup dekat bersama keluarga di
rumah? Bersama sanak-saudara? Merawat orangtua yang sudah renta? Mendidik dan
membesarkan buah hati tercinta?.
Mungkin pembaca ada yang bernasib sama
dengan saya? Atau, malah lebih lama? Sudah bertahun-tahun bekerja tapi uang
habis begitu saja tak tahu rimbanya? Atau sudah punya ini pengen itu?
Sepertinya, gaji kita setiap bulan selalu tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan.
Di sini saya hanya ingin mengajak
teman-teman untuk bermuhasabah, merenung, dan memulai merajut kembali mimpi-mimpi
awal kepergian kita merantau. Mungkin selama ini kita terlena dengan gemerlap
kehidupan Hong Kong yang menyilaukan. Kita larut dalam pola hidup konsumtif dan
serba wah. Atau, kita pernah tertipu jutaan rupiah oleh bisnis bodong.
Saatnya kita bangun, melihat masa depan.
Kita harus merubah mindset dan segera
move on. Tidak selamanya kita bisa
bekerja ikut orang. Tubuh kita yang sekarang masih sehat akan semakin ringkih
dan menua seiring waktu yang terus bergulir. Kita tidak tahu, musibah atau
cobaan sakit yang mungkin sewaktu-waktu akan menimpa kita. Sudah sering
diberitakan di koran, teman BMI yang meninggal karena sakit? Tidakkah kita
merasa takut? Bagaimana nasib keluarga kita jika musibah itu menimpa kita? Karenanya,
marilah kita memulai menyiapkan diri untuk menghadapi semua itu.
Pandai-pandailah mengatur keuangan,
hilangkan sifat konsumtif, biasakan menabung, dan bekali diri dengan ilmu
sehingga kita tidak salah pergaulan dan mudah ditipu oleh orang.
Saya yakin, di sini masih banyak BMI
yang sudah “karatan” kerja bertahun-tahun tapi masih belum berani pulang,
dengan berbagai macam alasan. Saya sendiri beralasan karena masih belum cukup
modal. Nah, apa alasan Anda?
Apa pun jawaban Anda, saya berharap
teman-teman tidak sedang terlena. Semoga teman-teman sedang berusaha dan
berupaya menyiap diri untuk pulang. Menyiapkan mental untuk segera keluar dari
zona aman dan siap berjuang di kampung halaman.
Indonesia merindukan kita. Keluarga,
orangtua, anak dan suami butuh perhatian dan uluran tangan kita. Tidakkah kita
mendengar berita tentang perekonomian Indonesia yang masih jauh terbelakang? Pergaulan
dan moral anak-anak muda yang sangat memprihatinkan. Akankah kita membiarkan
anak-anak penerus bangsa rusak karena kurangnya pengawasan dan pendidikan dari
orangtua? Akankah kita biarkan pasar Indonesia dikuasai negara lain karena
prodak dalam negeri tidak dapat bersaing? Permasalahan-permasalahan tersebut
tidak dapat diselesaikan hanya dengan mengandalkan pemerintah. Kita, sebagai
WNI, juga harus ikut andil dalam mengatasi permasalahan tersebut.
Sekarang saatnya kita harus perduli
dengan nasib bangsa Indonesia. Ayo kita ubah mindset untuk menjadi pengusaha. Menjadi bos. Sehingga bisa
membantu memperbaiki perekonomian Indonesia. Kita harus bisa bersaing
menghasilkan prodak yang berkualitas sehingga tidak perlu mengimpor dari negara
lain. Saatnya kita benar-benar teliti dalam mendidik anak yang merupakan
generasi muda penerus bangsa. Anak tidak hanya membutuhkan uang, tetapi perlu
kasih sayang, pendidikan, dan pengawasan yang baik dari kedua orangtua,
keluarga dan lingkungannya.
Pekerjaan
kita saat ini merupakan batu loncatan untuk memperbaiki keadaan dan
perekonomian keluarga. Karenanya, kita jangan terlena dan berlama-lama di sini.
Jadikan Hong Kong tempat mencari modal dan menimba ilmu pengetahuan
sebanyak-banyaknya, setelah itu, mari pulang dan memulai membangun impian.
Dewasa ini, di Hong Kong banyak sekali
seminar dan workshop kewirausahan. Pelatihan-pelatihan wirausaha seperti
Mandiri Sahabatku, Pendidikan Usaha Mikro BRI, atau yang sudah siap untuk usaha
bisa bergabung di business gathering
Apakabar Plus. Di sini banyak info tentang berbagai bisnis waralaba yang
terpercaya dan sudah banyak berkembang di seluruh daerah di Indonesia.
Sekarang, masihkah terlena dengan gaji Rp
6 juta atau ingin jadi pengusaha untuk masa depan yang lebih bahagia? Yuk
segara pulang, back for good!
dimuat Tabloid Apakabar Plus Edisi#21 Thn IX*10-23 Januari 2015





0 komentar:
Posting Komentar