Selasa, 21 Oktober 2014

Tahu Goreng Lalap Pete

Seperti apakah makan siang yang menggairahkan menurut kalian, Kawan? Apakah ketika perut lapar karena habis ngungyan, atau pas lauknya enak, cucok dengan selera? Nah, kalau menurut Mbak Asri, kakak saya—yang gokil dan inspiratif (sering jadi objek inspirasiku maksudnya hehehe) baru saja mendapat paketan makanan nusantara terfavorit (menurut versi dia pribadi ya…) pun merujuk pada kenyataan di sekeliling yang sering saya jumpai setiap ada kawan BMI yang pulang ke kampung dan kembali lagi ke negeri beton ini, kebanyakan mereka membawa makanan harum nian lezat ini yaitu pete dan jengkol.
Siang itu Mbak Asri menyantap nasi kuah sayur bayam dan tahu goreng dengan lahapnya. Apalagi menu siang ini ditambah pete dan sambel terasi asli dari tanah jawi.
“Ueennak…tenan, Dek. Pete ne muaaantep, maknyusss!” katanya sambil tak berhenti mengunyah nasi.
Aku hanya mangguk-mangguk mengiyakan. Walau saya doyan pete, tapi pete ini sangat tua, jadi rasa dan baunya cetar cetar di mulut. Aku hanya melalap satu butir saja.
Namun, tahukah kawan? Entah sangking sukanya sama pete, atau karena sudah lama nggak makan Mbak Asri melahap begitu banyak pete siang itu. Tak puas, setelah semua nasi raib dari piringnya, dia melahap tahu goreng lalap pete! Alamak...bisa-bisa mendem pete nieh orang. Nggak kebayang kan? Kalau tahu goreng lalap cabe itu biasa, tapi kalau tahu goreng lalap pete itu baru luarrrrr biasa. Mungkin baru Mbak Asri saja yang pernah mencoba.
Alhasil, malamnya dia megap-megap sendiri saat keluar dari toilet sangking harumnya bau air kencingnya sendiri. Huahuahua!
“Kosek’o dewe WC mu, Mbak!” hueekkkkk…jleb!
dimuat Apakabar Plus edisi #16 Thn IX *18-7 November 2014 

0 komentar:

Posting Komentar