Seperti apakah makan siang yang
menggairahkan menurut kalian, Kawan? Apakah ketika perut lapar karena habis ngungyan, atau pas lauknya enak, cucok
dengan selera? Nah, kalau menurut Mbak Asri, kakak saya—yang gokil dan
inspiratif (sering jadi objek inspirasiku maksudnya hehehe) baru saja mendapat
paketan makanan nusantara terfavorit (menurut versi dia pribadi ya…) pun
merujuk pada kenyataan di sekeliling yang sering saya jumpai setiap ada kawan
BMI yang pulang ke kampung dan kembali lagi ke negeri beton ini, kebanyakan mereka
membawa makanan harum nian lezat ini yaitu pete dan jengkol.
Siang itu Mbak Asri menyantap
nasi kuah sayur bayam dan tahu goreng dengan lahapnya. Apalagi menu siang ini
ditambah pete dan sambel terasi asli dari tanah jawi.
“Ueennak…tenan, Dek. Pete ne muaaantep,
maknyusss!” katanya sambil tak berhenti mengunyah nasi.
Aku hanya mangguk-mangguk
mengiyakan. Walau saya doyan pete, tapi pete ini sangat tua, jadi rasa dan baunya
cetar cetar di mulut. Aku hanya melalap satu butir saja.
Namun, tahukah kawan? Entah
sangking sukanya sama pete, atau karena sudah lama nggak makan Mbak Asri
melahap begitu banyak pete siang itu. Tak puas, setelah semua nasi raib dari
piringnya, dia melahap tahu goreng lalap pete! Alamak...bisa-bisa mendem pete nieh orang. Nggak kebayang kan?
Kalau tahu goreng lalap cabe itu biasa, tapi kalau tahu goreng lalap pete itu
baru luarrrrr biasa. Mungkin baru Mbak Asri saja yang pernah mencoba.
Alhasil, malamnya dia megap-megap
sendiri saat keluar dari toilet sangking harumnya bau air kencingnya sendiri.
Huahuahua!
“Kosek’o dewe WC mu, Mbak!” hueekkkkk…jleb!
dimuat Apakabar Plus edisi #16 Thn IX *18-7 November 2014





0 komentar:
Posting Komentar